Kategori: Multimedia

  • Ketahui Tips-Tips Penting Dalam Mengedit Video Untuk Para Pemula

    Ketahui Tips-Tips Penting Dalam Mengedit Video Untuk Para Pemula

    Bila kamu adalah seorang pemula di bidang videografi, tentunya kamu perlu menguasai beragam tips mengenai cara mengedit video yang benar.

    Bagaimana tidak? Salah satu tahap terakhir agar proses penciptaan video rampung adalah pelaksanaan editing yang tentunya tidak mudah untuk dilakukan.

    Maka dari itu, Glints telah menyiapkan beberapa tips mengedit video khusus bagi kamu yang berminat menjadi videografer.

    Tips Mengedit Video untuk Pemula

    Seperti yang sudah Glints jelaskan, meskipun kamu mahir merekam gambar, editing tetaplah proses terakhir yang wajib dilakukan para videografer.

    Ya, teknik-teknik yang digunakan oleh editor video untuk membentuk cerita telah mengungkapkan banyak hal tentang cara orang menciptakan pesan melalui visual.

    Dengan cuplikan mentah yang sama, dua editor yang berbeda dapat membuat dua video yang sama sekali tidak serupa.

    Namun, editor yang baik harus selalu selaras dengan perspektif audiens dan dapat menggunakan pengetahuan mereka untuk membangun cerita yang menarik.

    Maka dari itu, para pemula tidak perlu gugup , yang perlu mereka lakukan adalah menguasai tips-tips mengedit video yang memang dikhususkan untuk perintis di dunia videografi.

    Baca Juga: 7 Software Edit Video Terbaik Yang Mudah Digunakan Pemula

    Nah, berikut ini adalah lima tips video editing yang perlu dipahami oleh pemula:

    1. Pilih software yang sesuai

    Tips pertama sebelum mengedit video adalah untuk mempertimbangkan software yang terbaik.

    Sebenarnya, semua perangkat lunak yang kamu butuhkan untuk melakukan pengeditan video telah tersedia secara online.

    Kendati demikian, kamu tetap harus memilih satu di antara yang lain. Kamu bisa mempertimbangkannya dengan melihat kegunaan, user interface, hingga fitur-fitur pendukungnya.

    Kuncinya adalah untuk memilih software yang cocok untuk gaya pengeditan kamu dan bukan hanya karena program pengeditan video yang terpilih merupakan perangkat paling canggih.

    Menurut Adorama, software video editing terbaik adalah After Effects, Premiere Pro, Avid Media Composer, Final Cut Pro, dan DaVinci Resolve, yang menawarkan versi Lite gratis dengan tools untuk editing yang lengkap.

    2. Perhatikan bahasa tubuh subjek

    Selanjutnya adalah untuk selalu memerhatikan gerak tubuh subjek di kamera.

    Mengapa demikian? Karena, selama tersorot kamera, subjek dapat mengungkapkan banyak hal melalui bahasa tubuh mereka.

    Selain itu, setiap orang akan memiliki intonasi dan irama yang unik dalam bahasa tubuh mereka.

    Maka dari itu, jika kamu telah menyorot gerak tubuh subjek, dan menangkap detail kecil seperti cara subjek berbicara, atau gestur mereka saat bergerak, hindari editing berlebih pada segmen tersebut.

    Selain itu, bahasa tubuh memberikan durasi pada hasil rekaman yang terkadang sulit untuk dihapus selama pengeditan video.

    Bila editor kurang tanggap, dan banyak memotong segmen karena tidak memerhatikan bahasa tubuh subjek, penonton akan merasa janggal saat menyaksikan adegan.

    3. Jangan ragu untuk mengedit kesalahan

    Tips mengedit video berikutnya untuk pemula adalah untuk menghapus kesalahan yang terjadi selama proses rekaman.

    Melansir Goliath, mengedit kesalahan teknis yang minor atau memperbaiki adegan di mana subjek tidak terlihat dengan baik merupakan hal yang biasa.

    Namun, jika kamu dapat melakukannya dengan mulus, maka kamu akan memiliki nilai plus dibandingkan videografer lainnya.

    Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengedit kesalahan adalah untuk memotong sebuah adegan.

    Teknik ini melibatkan pemotongan dari satu shot ke shot lainnya dan memasukan sebuah gambar dari sudut dan adegan yang berbeda.

    4. Percantik video dengan intonasi warna

    Warna merupakan elemen utama yang dapat dimanipulasi untuk menyoroti subjek tertentu, membangkitkan emosi, dan mengatur suasana dalam sebuah adegan.

    Untungnya, dewasa ini, program pengeditan video sudah memberikan banyak opsi terkait pengeditan warna.

    Biasanya, para editor akan melakukan koreksi warna untuk memastikan bahwa suasana dalam rekaman tetap konsisten di setiap adegan, serta penilaian warna, untuk memberikan video tampilan yang unik.

    Keduanya cukup penting ketika kamu ingin cuplikan terlihat realistis dan emosi penonton ikut bermain dalam video.

    5. Ikuti aturan 321

    Tips mengedit video terakhir untuk para pemula adalah untuk mengikuti aturan 321.

    Mengutip Creativebloq, pakar video editing akan selalu mengikuti aturan 321. Yaitu memiliki tiga salinan, di dua tempat berbeda, di mana salah satunya disimpan secara online.

    Layanan online seperti Google Drive bisa menjadi tempat yang baik untuk cadangan file.

    Itulah lima tips mengedit video yang perlu diketahui pemula videografi.

    Proses editing mungkin merupakan sebuah momok mengerikan bagi para perintis di dunia videografi, tetapi, tahap tersebut krusial bagi nilai video yang akan diterbitkan.

    Yang terpenting adalah untuk tetap percaya diri, dan pahami tips-tips video editing agar proses penyuntingan berjalan dengan lancar.

    Sumber: glints.com

  • 7 Software Edit Video Terbaik Yang Mudah Digunakan Pemula

    7 Software Edit Video Terbaik Yang Mudah Digunakan Pemula

    Program video semakin dinikmati. Dengan hadirnya YouTube dan Instagram, hampir semua orang mencoba untuk membuat konten-konten dengan basis video.

    Tak hanya peralatan yang lengkap, membuat video yang bagus juga memerlukan selera dalam meng-edit video. Ibarat teka-teki atau puzzle, kamu harus pintar dalam menggabung-gabungkan gambar yang kamu miliki.

    Tanpa software atau aplikasi edit video yang mudah digunakan, kamu yang pemula akan memiliki kesulitan untuk memulai dan mengeksekusi video tersebut. Karena itu kami memiliki beberapa rekomendasi software dan aplikasi yang bisa kamu gunakan.

    Berikut ini IDN Times kasih rekomendasi beberapa software editing video yang terbaik untuk para pemula yang bisa kamu gunakan untuk mengedit videomu sendiri. Mau tahu apa saja? Langsung aja yuk cek 7 aplikasi atau software edit video terbaik di laptop berikut ini.

    1. Apple iMovie

    Bagi mereka yang memiliki Mac, beruntunglah kalian karena Apple menyediakan iMovie secara cuma-cuma. iMovie sangatlah standar, sederhana namun berguna.

    Software ini memiliki fitur green-screen, integrasi dengan platform audio dan media sosial lainnya, serta dapat me-render video dengan tingkat kualitas gambar yang cukup tinggi. Seharusnya sebagai pemula, kamu tidak terlalu bingung menggunakan software ini.

    2. Windows Movie Maker

    Saingan dari iMovie. Jika Apple punya iMovie, maka Windows punya Movie Maker. Sebagai software gratis, Movie Maker memiliki kualitas yang sangat standar. Ia dapat membuat video dengan format AVI, MPEG, WMV dan beberapa lainnya.

    Software ini diberikan khusus untuk pengguna Windows 7. Namun sayang, pihak Windows telah menghentikan software ini. Kamu masih bisa mencari instalasinya di internet.

    3. LumaFusion

    Di dalam deskripsinya, LumaFusion digunakan untuk para profesional dalam meng-edit video-video karya mereka.

    Akan tetapi, penggunaannya cukup mudah dan sebagai pemula seharusnya kamu tidak memiliki kesulitan untuk menggunakannya.

    LumaFusion mampu memberikan kualitas gambar tingkat tinggi, disertai dengan opsi efek yang cukup beragam. Banyak YouTuber yang sekarang menggunakan aplikasi ini.

    Permasalahannya, LumaFusion sejauh ini hanya diperuntukkan untuk pengguna iOS dan untuk menggunakannya, kamu perlu membayar setidaknya seharga Rp300 ribu.

    4. Adobe Premiere Pro

    Sebenarnya aplikasi ini tidak perlu disebutkan karena siapapun pasti menggunakannya. Dengan fitur yang lengkap, Premiere Pro memang ditargetkan untuk mereka para profesional akan tetapi mereka para pemula juga bisa menggunakannya.

    Saat pertama menggunakannya memang akan sedikit membingungkan, namun setelah menguasainya, kamu harusnya sudah bisa menggarap video apapun dengan mudah.

    5. InShot

    Tidak semua pembuat video memiliki peralatan video yang memadai dan hanya punya kamera ponsel saja. Kalau seperti itu, InShot bisa menjadi aplikasi rekomendasi ke kamu.

    Sebagai aplikasi video editor, InShot sangatlah mudah digunakan, karena user interface-nya mudah dipahami, serta memiliki stiker animasi yang cukup beragam.

    Jika kamera ponselmu sudah memiliki kualitas bagus dan kamu hanya ingin membuat video Instagram yang satu menitan, InShot ini menjadi aplikasi yang bagus.

    6. Sony Vegas

    Sebuah alternatif lain jika kamu ingin menghindari Adobe Premiere Pro. Sony Vegas memiliki user interface editing video berbasis timeline layaknya Premiere, tapi efek dan fitur transisinya bisa terbilang baik.

    Tak hanya itu, import dan export-nya juga tergolong sangat baik, hingga kamu tidak perlu khawatir stres.

    7. Final Cut

    Alternatif lain untuk mereka pengguna Mac. Final Cut mirip dan sepopuler dengan Adobe Premiere. Dengan user interface yang memiliki warna gelap, kamu bisa menggunakan Final Cut lebih fokus di tempat gelap, dengan banyak efek yang menyertainya pula.

    Jika kamu tahu, beberapa film besar bahkan diproduksi lewat software ini, seperti The Social Network, 500 Days of Summer dan banyak lagi.

    Itulah 7 aplikasi atau software edit video terbaik di laptop untuk pemula yang bisa kamu gunakan. Tentu saja sebelum kamu memilihnya, ada baiknya melakukan riset dahulu dan memikirkan video seperti apakah yang ingin kalian buat. Pertimbangan tersebut cukup berpengaruh untuk memilih video editor yang sesuai.

    Demikian artikel terkait dengan software editing video terbaik untuk pemula, semoga bisa bermanfaat.

    Sumber: idntimes.com

  • 6 Software Desain Grafis Terbaik Untuk Pemula

    6 Software Desain Grafis Terbaik Untuk Pemula

    Desain grafis merupakan salah satu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar sebagai media penyampaian informasi. Saat ini, desain grafis menjadi sebuah kebutuhan penting bagi perusahaan.

    Untuk seorang pemula atau yang baru mengenal desain grafis, ada baiknya mengetahui bahwa desain grafis sendiri merupakan ilmu yang berasal dari seni desain yang menggunakan bantuan komputer untuk proses pembuatannya.

    Seni ini mencakup keterampilan visual termasuk di dalamnya seperti tipografi, ilustrasi, pengolahan gambar, dan tata letak. Orang yang bekerja dalam bidang ini disebut desainer grafis.

    Dalam dunia desain grafis, terdapat berbagai macam software desain terbaik dan terpopuler yang cocok digunakan untuk pemula hinggan profesional.

    Software Desain Grafis Terbaik

    Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, melahirkan banyak sekali software desain grafis yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari yang sederhana hingga yang paling rumit.

    Setiap software desain grafis memiliki beragam fungsi dan kegunaannya masing-masing. Fastwork sudah merangkum 6 software desain grafis yang bisa kamu gunakan dengan mudah.

    Apa saja? Simak ulasannya berikut ini. Sebelum belajar software desain grafis baiknya kamu juga tips awal mulai desain grafis.

    1. Adobe Photoshop

    Adobe Photoshop merupakan salah satu software desain grafis paling populer saat ini. Meskipun sebenarnya software ini secara khusus dirancang untuk memanipulasi objek atau gambar dan biasa digunakan oleh para fotografer untuk mengedit foto hasil jepretannya agar terlihat lebih menarik.

    Namun, Adobe Photoshop juga sangat bisa diandalkan untuk kebutuhan desain grafis seperti membuat banner, desain logo, tipografi, dan kebutuhan desain lainnya.

    Dengan jumlah pengguna yang tergolong banyak di antara software serupa, kamu bisa mempelajari tutorial penggunaan software ini melalui blog desain, video YouTube, atau membeli buku-buku khusus tutorial Adobe Photoshop untuk pemula hingga profesional.

    2. GIMP

    Bagi sebagian orang, GIMP seringkali disebut sebagai alternatif dari Photoshop. Selain gratis, software GIMP juga bersifat open source, yaitu dapat dikembangkan oleh siapa pun.

    Software ini dianggap sebagai salah satu software desain grafis terbaik karena fiturnya yang lengkap dan mudah digunakan bahkan untuk pemula.

    Kelebihan utama GIMP adalah tampilannya yang cerah dan modern. Tentunya, karakteristik ini sangat cocok untuk para desainer muda.

    Selain itu, kualitas grafis yang diberikan pun sangat jernih, sehingga mampu memberikan hasil desain grafis yang berkualitas.

    3. Adobe Illustrator

    Jika Freebuddies ingin membuat sebuah desain vektor (vector) seperti sketsa, tipografi atau bahkan desain ilustrasi yang lebih kompleks untuk kebutuhan video, Adobe Illustrator merupakan pilihan yang tepat untuk mengerjakan itu semua.

    Dengan Adobe Illustrator, semua pekerjaan desain kamu akan menjadi lebih cepat selesai. Software desain ini juga hadir dengan plugin yang sangat membantu sekali dalam membuat halaman web atau landing page menjadi lebih menarik.

    Pada versi terbaru, kamu akan mendapat fitur seperti Cretive Cloud, yang bisa kamu manfaatkan dalam menggunakan aplikasi pada PC desktop maupun Mac.

    Selain itu, keuntungan lain dari Illustrator adalah tersedianya tools seperti Touch-type and The Free Transform yang akan membuat hasil desain kamu lebih sempurna.

    Namun, hanya satu kekurangan dari software ini yaitu harganya yang terbilang cukup mahal.

    4. Inkscape

    Inkscape adalah software alternatif yang bisa kamu gunakan dalam membuat vektor, dan desain grafis yang menggunakan format file SVG. Software desain ini juga bisa digunakan pada Windows, Linux OS, dan Mac.

    Pengguna Inkscape ditujukan untuk seorang desainer grafis profesional maupun bagi Freebuddies yang hanya ingin membuat gambar vektor, sketsa, memberi warna pada gambar, atau desain ilustrasi dengan mudah.

    Kelebihan lainnya pada software ini yaitu memiliki tampilan antar muka yang sederhana dan mudah digunakan untuk semua pengguna. Software desain ini juga bersifat open source yang masih terus dikembangkan.

    Meskipun begitu, Freebuddies juga harus bersabar saat menggunakan Inkscape karena tidak begitu cepat seperti software milik Adobe.

    5. CorelDraw

    Bagi seorang web designer maupun graphic designer, CorelDraw merupakan salah satu software desain vektor tanpa batas yang paling banyak digunakan saat ini.

    Bukan tanpa alasan, software ini memiliki fungsi keren dan kemudahan yang tidak dapat dimiliki oleh software lainnya.

    Dengan CorelDraw, kamu mempunyai kontrol penuh untuk membuat hasil desain menjadi lebih cepat dan dinamis. Jika menggunakan CorelDraw versi X5 ke atas, kamu mendapatkan fitur inbuilt organizer (Corel CONNECT).

    Ada beberapa tools di dalamnya seperti Twirl, Smear, Repel dan Attract yang membuat proses editing objek vektor menjadi sangat mudah. Panduan Alignment memungkinkan kamu untuk memposisikan objek sesuai dengan kebutuhan.

    Software ini bekerja dengan lancar untuk file berukuran besar di Corel Photo-Paint, bisa dibilang sebagai software desain grafis yang wajib dimiliki.

    Beberapa kelebihan CorelDraw:
    • Kustomisasi tampilan antarmuka yang bagus;
    • Desain software yang segar;
    • Tersedia video tutorial;
    • Adanya paket langganan atau lisensi software;

    Kekurangannya:
    • Belum tersedia untuk Mac;
    • Cukup rumit untuk pemula;
    • Navigasi software tidak mudah;
    • Menu navigasi tidak terlihat;

    6. Adobe InDesign

    Didukung oleh Adobe, InDesign merupakan salah satu software unggulan dalam membuat layout untuk dekstop dan mobile. Adobe InDesign sangat ideal untuk penggunaan desain layout seperti majalah online, brosur atau majalah digital.

    Fleksibilitas software ini cukup bagus, memungkinkan kamu untuk drag and drop pada layer dan mengubah ukuran gambar dengan mudah.

    InDesign juga mendukung layanan seperti Behance dan Typekit untuk kamu mempublikasikan hasil karya digital baik berupa fotografi, video, desain dan pengembangan web atau aplikasi.

    Kelebihannya
    • Menggabungkan teks dan gambar menjadi mudah;
    • Cukup mudah digunakan oleh pemula;
    • Fitur-fitur beragam dan keren;

    Kekurangannya
    • Cukup terbatas untuk kebutuhan desian grafis;
    • Dukungan tools untuk desain kurang;
    • Penyesuaian untuk edit gambar terbatas;

    Namun, jika pembaca ingin membuat rincian desain yang lebih kompleks, sebaiknya buatlah terlebih dahulu di software lain seperti Adobe Illustrator sebelum mengatur layoutnya pada InDesign.

    Itulah 6 software desain grafis terbaik untuk pemula yang bisa kamu coba dan pelajari. Selain itu, jika Anda membutuhkan tutor yang mahir dibidang desain grafis bisa menghubungi kami disini.

    Sumber: fastwork.id

  • Tips Untuk Kamu Yang Tertarik Belajar Desain Grafis

    Tips Untuk Kamu Yang Tertarik Belajar Desain Grafis

    Jika kamu tertarik pada dunia seni, cobalah untuk belajar desain grafis. Hal tersebut adalah salah satu jalan untuk mendapatkan keuntungan di dunia kerja.

    Perkembangan dunia digital menjadikan desain grafis sebagai salah satu kemampuan yang diperhitungkan.

    Tak hanya sebagai desainer grafis, desain juga diperlukan dalam berbagai pekerjaan lainnya, seperti social media specialist, UI/UX designer, hingga web designer.

    Di artikel ini, Glints akan menjabarkan tips-tips untuk belajar desain grafis. Selain itu, akan Glints jelaskan pula apakah pemula tanpa dasar desain grafis bisa mempelajarinya.

    Belajar Desain Grafis tanpa Sekolah Desain dan Seni

    Sistem pendidikan yang fleksibel membuat semua ilmu bisa dipelajari di luar sekolah, baik formal maupun nonformal. Begitu pula dengan belajar desain grafis.

    Jika kamu tertarik pada bidang ini, kamu bisa mempelajarinya di banyak medium, mulai dari buku hingga internet.

    Meski demikian, ada beberapa hal dasar yang diajarkan di sekolah atau jurusan desain yang perlu kamu pelajari. Berikut beberapa di antaranya menurut Creative Boom:

    1. Memahami dasar-dasar desain

    Memutuskan untuk tidak menjalani sekolah formal dan nonformal adalah sebuah pilihan. Agar tidak salah langkah, ada satu hal yang wajib kamu pelajari: dasar-dasar desain.

    Dasar-dasar desain wajib dipahami oleh semua orang yang ingin belajar desain. Hal ini meliputi warna, simbol, dan tipografi. Tiga hal ini wajib dipelajari karena keduanya merupakan pondasi untuk sebuah desain.

    Selain warna, simbol, dan tipografi, ada baiknya kamu juga mempelajari grid system. Grid system adalah sistem pembagian garis bagi seorang desainer yang menggunakan bantuan software.

    2. Tentukan gaya dalam desain belajar desain grafis

    Dalam metode pendidikan formal dan nonformal, menentukan gaya desain adalah hal fundamental dalam belajar desain grafis. Pasalnya, gaya akan mempengaruhi seorang desainer dalam membuat desainnya.

    Desain terbagi dalam berbagai macam gaya, seperti logo, tipografi, ilustrasi, dsb. Meski beberapa orang mampu membuat beberapa gaya desain, tapi kebanyakan, orang dengan satu kemampuan akan lebih piawai. Tentunya setelah belajar tentang dasar desain grafis ini kamu membutuhkan software desain grafis.

    Tips Belajar Desain Grafis bagi Pemula

    Belajar desain grafis bagi pemula sama seperti belajar hal-hal lain. Bedanya, dalam desain grafis, tidak ada tuntutan untuk menciptakan desain yang menarik karena keilmuan ini berkaitan dengan selera.

    Meski demikian, di dunia kerja, selera desain tidak akan berlaku. Di dunia kerja, ada permintaan untuk menciptakan desain yang sesuai dengan keinginan klien. Entah itu dari segi warna, tipografi, dan ilustrasi.

    Nah, berikut beberapa tips memulai belajar desain grafis buat pemula yang dirangkum dari HubSpot. Berikut di antaranya:

    1. Belajar dari sekitar

    Percaya atau tidak, inspirasi setiap orang adalah apa yang ada di sekitar mereka. Teori ini pada akhirnya membentuk seorang desainer untuk membuat desain yang condong terhadap gaya desain tertentu.

    Meski demikian, mencari inspirasi yang demikian cenderung sulit. Apalagi, bila kamu tidak memiliki lingkungan yang juga menyukai desain.

    Untuk mengatasi hal tersebut, HubSpot menyarankan untuk mengikuti beberapa desainer di media sosial.

    2. Mengumpulkan desain yang menginspirasi

    Hal pertama yang perlu kamu lakukan setelah memutuskan untuk belajar desain adalah mengumpulkan karya orang yang kamu anggap menarik. Ini bisa berasal dari banyak sumber, mulai dari Pinterest hingga Behance.

    Penulis Austin Kleon dalam TEDx mengatakan bahwa, “Semua karya kreatif dibangun oleh apa yang terjadi sebelumnya.”

    Dengan melakukan ini, kamu akan secara tidak langsung menginspirasi desain yang kamu buat di masa depan.

    3. Membedah proses desain

    Salah satu hal dasar dalam belajar desain grafis adalah membedah proses desain. Pasalnya, dalam setiap proses desain kamu akan belajar menggabungkan bentuk dan garis untuk membuat sesuatu.

    Menganalisis proses di balik desain akan memungkinkan kamu untuk memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan karya. Terus bedah setiap desain agar otot-otot kreatif kamu bekerja.

    4. Spesifikasi pencarian

    Persoalan terbesar seseorang ketika memutuskan belajar desain grafis tanpa guru adalah saat mengalami kesulitan. Nah, beruntungnya ada mesin pencari yang akan membantu kamu saat akan mulai membuat desain sendiri.

    Tips terbaik saat menggunakan mesin pencari adalah masukkan kalimat yang spesifik tentang apa kesulitan yang kamu hadapi.

    5. Buat ulang desain yang menurut kamu terbaik

    Setiap desain yang indah berawal dari banyak percobaan. Apabila kamu ingin belajar desain grafis, cobalah untuk membuat ulang desain orang lain. Lakukanlah hingga apa yang kamu buat mirip dengan yang orang lain buat.

    Namun ingat prinsip adanya hak cipta. Dalam konteks ini, yang kamu lakukan adalah hanya mereka ulang karya orang yang kamu gemari. Kamu tidak memilki hak untuk menyebarkannya dan mengklaim itu adalah karyamu.

    6. Terima kritik dan saran

    Karena berhubungan dengan selera, desain menjadi salah satu hal yang memiliki tolok ukur. Alih-alih terus membuat desain, cobalah untuk memamerkan desain kamu ke orang lain dan mintalah kritik serta saran.

    Kritik dan saran akan membantu kamu untuk terus berkembang. Kritik dan saran juga akan membantu kamu untuk menilai desain dan gaya seperti apa yang diminati oleh banyak orang atau masyarakat luas.

    Kesimpulannya, belajar desain grafis bisa dilakukan di mana saja. Kamu tidak perlu mengambil sekolah atau perguruan tinggi desain terlebih dahulu.

    Hal yang terpenting adalah kamu mau belajar dan terus mengikuti tren. Jika kamu membutuhkan tutor untuk belajar klik disini.

    Sumber: glints.com